research
  • 28 May
  • 2026

Filter Wastafel untuk Menyaring Air Bekas Cuci Tangan untuk Menyiram Tanaman di Taman

Kamis, 28 Mei 2026 - 

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pelestarian lingkungan dan penerapan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH), SDN Balearjosari 1 terus menghadirkan berbagai inovasi di bidang konservasi air. Salah satu upaya yang telah diterapkan adalah pemanfaatan filter wastafel untuk menyaring air bekas cuci tangan agar dapat digunakan kembali sebagai air penyiraman tanaman di taman sekolah. Inovasi sederhana ini menjadi langkah nyata dalam mengurangi pemborosan air sekaligus menanamkan budaya hemat air kepada seluruh warga sekolah.

Air bekas cuci tangan yang berasal dari wastafel tidak langsung dibuang ke saluran pembuangan, melainkan dialirkan menuju sebuah tabung penyaring yang berisi serabut kelapa sebagai media filtrasi alami. Setelah melalui proses penyaringan, air dialirkan melalui pipa menuju area taman sekolah dan dimanfaatkan untuk menyiram berbagai jenis tanaman hias maupun tanaman penghijauan. Dengan demikian, air yang sebelumnya menjadi limbah dapat dimanfaatkan kembali sehingga penggunaan air bersih menjadi lebih efisien.

Proses pembuatan sistem ini diawali dengan memasang saluran pipa dari wastafel menuju wadah filter. Di dalam wadah tersebut ditempatkan serabut kelapa yang berfungsi menyaring kotoran, sisa sabun, serta partikel-partikel kecil yang terbawa oleh air bekas cuci tangan. Setelah melewati media penyaring, air kemudian dialirkan melalui instalasi pipa menuju taman sekolah. Serabut kelapa dipilih karena mudah diperoleh, ramah lingkungan, memiliki daya saring yang baik, serta mudah diganti secara berkala untuk menjaga kualitas penyaringan.

Hingga saat ini, sistem filter wastafel tersebut telah berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata bagi lingkungan sekolah. Air hasil penyaringan dapat dimanfaatkan secara rutin untuk menyiram tanaman sehingga membantu menjaga kelembapan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman tanpa harus menggunakan air bersih secara berlebihan. Selain meningkatkan efisiensi penggunaan air, program ini juga menjadi media pembelajaran kontekstual bagi peserta didik mengenai pentingnya konsep reduce, reuse, dan recycle (3R), khususnya dalam pengelolaan sumber daya air.

Melalui inovasi ini, SDN Balearjosari 1 menunjukkan bahwa konservasi air dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang diterapkan secara konsisten. Pemanfaatan filter wastafel dengan media serabut kelapa diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk mengembangkan inovasi serupa dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, hijau, hemat air, dan berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi Program Adiwiyata.

WhatsApp